Kamis, 12 November 2020

uts etbis B / gasal 2020

 Nama : Silviya Rachmawati

NIM    : 01217105

Kelas  : Etika Bisnis

Uts Etika Bisnis

Apa kasusnya, siapa pelaku yang melanggar & siapa yang dirugikan, apa jenis pelanggarannya dan ulasan dasar hukum pelanggarannya, bagaimana yang seharusnya

 

1.    Pelanggaran Etika Bisnis : Pimpinan KPK Dianggap Kurang Responsif

JAKARTA — JAKARTA — Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tidak responsif dalam menindaklanjuti dugaan pelanggaran etik yang melibatkan pejabat di lingkungan lembaga antirasuah itu. Kurnia Ramadhana dari Koalisi Sipol Antikorupsi mengatakan bahwa dugaan pelanggaran etik melibatkan Deputi Penindakan KPK Firli dan Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan.“Hingga saat ini pimpinan KPK tidak mengumumkan perkembangan pelaporan terhadap dua deputi ini. Sebagai pelapor, kami berhak mendapatkan informasi. Hal ini akan mengurangi nilai transparansi dan akuntabilitas yang selama ini dikenal di KPK,” ujarnya seusai audiensi di Gedung KPK, Jumat (3/5/2019). Karena itu, pihaknya mendesak agar para pimpinan komisi tersebut untuk memberikan respons mengenai perkembangan penanganan berbagai laporan dugaan pelanggaran etik di internal lembaga antikorupsi tersebut. Pada Oktober 2018, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi mendatangi KPK untuk melaporkan Firli dan Pahala Nainggolan karena diduga melanggar etik atas Peraturan KPK No 7 Tahun 2013 tentang Nilai-Nilai Dasar Pribadi, Kode Etik, dan Pedoman Perilaku Komisi Pemberantasan Korupsi. Perbuatan Deputi Penindakan KPK ini berpotensi melanggar aturan internal, pada poin Integritas angka 12 yang menyebutkan pelarangan bagi pegawai KPK untuk mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka/terdakwa/terpidana atau pihak lain yang diketahui oleh penasihat atau pegawai yang bersangkutan perkaranya sedang ditangani oleh KPK, kecuali dalam melaksanakan tugas.. Hal yang janggal adalah perusahaan yang mengirimkan surat pada KPK tersebut tidak sedang berperkara di lembaga antikorupsi itu. Maka dapat disimpulkan bahwa surat tersebut tidak ada urgensinya untuk ditindaklanjuti oleh KPK.

Sumber : https://kabar24.bisnis.com/read/20190503/16/918475/laporan-pelanggaran-etik-pimpinan-kpk-dianggap-kurang-responsif

 

 

2.     Pelanggaran Etika Bisnis PT. Ajinomoto Indonesia

PT Ajinomoto Indonesia berdiri tahun 1969 di Jakarta. Pada tahun 1970 mendirikan pabrik pertamanya di Mojokerto-Jawa Timur dengan produk utama penyedap rasa dengan merek AJI-NO-MOTO® yang dipasarkan ke seluruh wilayah Indonesia. Pabrik kedua di Karawang didirikan pada tahun 2012 dengan tujuan memenuhi kebutuhan produk-produk bumbu masak bagi masyarakat Indonesia. Di tahun 2015, PT. Ajinomoto Bakery Indonesia resmi didirikan. Pabrik di Karawang timur dengan Japan Technology dan Japanese Staff yang berpengalaman akan mulai beroperasi di Agustus 2016. Etika Produksi adalah seperangkat prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang menegaskan tentang benar dan salahnya hal hal yang dilakukan dalam proses produksi atau dalam proses penambahan nilai guna barang. PT Ajinomoto Indonesia merupakan produsen bumbu masak merek Ajinomoto. Berdasarkan kasus diatas dapat disimpulkan bahwa beberapa PT. Ajinomoto telah melanggar etika bisnis. Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan. Dalam hal ini perusahaan telah melanggar teori-teori etika seperti teori deontologi dan teologi. Pada teori deontologi, perusahaan telah melakukan pelanggaran menggunakan bahan yang tidak seharusnya digunakan dalam senuah produk yang bersertifikat halal, perusahaan juga melanggar tidak memenuhi pemeriksaan yang harusnya dilakukan dan perusahaan melakukan pelanggaran dalam keterbukaan bahan-bahan yang ada dalam produk serta halal atau tidak bahan yang terkandung dalam produk tersebut. Sedangkan pada teori teologi, perusahaan telah mengabaikan hak konsumen untuk dapat mengetahui komponen yang terdapat dalam produk tersebut dengan kualitas terjamin seperti kehalalan suatu bahan. Perusahaan tidak memikirkan lebih jauh dampak yang disebabkan bahan yang tidak halal untuk para konsumen yang mengaut agama Islam. Perusahaan hanya memikirkan keuntungan yang akan dicapai.

 

Sumber : http://nadyaekaputri11.blogspot.com/2019/07/pelanggaran-etika-bisnis-oleh-pt.html

 

3.     Kasus Pelanggaran Etika Bisnis Pt. Unilever

   Dalam melaksanakan semua kegiatan, kami melakukannya dengan penuh kejujuran, integritas, keterbukaan serta menghormati hak azasi manusia, menjaga kepentingan para karyawan kami dan menghormati kepentingan sah dari para relasi kami Seluruh perusahaan Unilever dan para karyawannya berkewajiban mematuhi ketentuan hukum dan peraturan masing-masing negara di tempat mereka melaksanakan usahanya. Kami bertekad bekerjasama dengan karyawan demi mengembangkan dan memperkuat ketrampilan dan kemampuan setiap individu. Kami menghargai martabat dan hak individu untuk kebebasan berserikat dalam satu asosiasi. Kami akan memelihara terjalinnya komunikasi yang baik dengan para karyawan melalui informasi dari perusahaan dan proses konsultasi. Unilever melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan bertaraf internasional. Kami menyediakan informasi atas kegiatan kami, struktur dan situasi serta kinerja finansial kepada pemegang saham pada waktunya secara teratur dan benar. Dengan dibangunnya pabrik di perkotaan asapnya dapat mengakibatkan polusi udara sehingga menganggu kenyamanan bagi para pemakai jalan. Apabila udara telah tercemar maka akan menimbulkan penyakit seperti sesak napas. Undang – undang atau peraturan yang mengatur perdagangan, bisnis dan ekonomi masih kurang.Lemahnya kedudukan lembaga yang melindungi hak – hak konsumen. Rendahnya tingkat pendidikan, pengetahuan serta informasi mengenai bahan, material berbahaya. Pandangan yang salah dalam menjalankan bisnis (tujuan utama bisnis adalah mencari keuntungan semata, bukan kegiatan social)

Sumber : https://nissaoctavia.blogspot.com/2020/03/kasus-pelanggaran-etika-bisnis-pt.html

4.   Lagi, Ketua KPK Firli Bahuri Dilaporkan Atas Dugaan Pelanggaran Etik

Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan Ketua KPK Firli Bahuri dan Deputi Penindakan Karyoto atas dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku ke Dewan Pengawas KPK. Pelaporan pelanggaran etik ini berkaitan dengan kasus pelanggaran etik (Operasi Tangkap Tangan) OTT UNJ beberapa waktu lalu. Berdasarkan petikan putusan Apz (Plt Direktur Pengaduan Masyarakat KPK), diduga terdapat beberapa pelanggaran serius yang dilakukan oleh Firli dan Karyoto. Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan setidaknya terdapat empat dugaan pelanggaran kode etik yang terjadi. Untuk itu, berdasarkan hal di atas ICW menduga tindakan keduanya telah melanggar Pasal 4 ayat (1) huruf b, Pasal 5 ayat (1) huruf c, Pasal 5 ayat (2) huruf a, Pasal 6 ayat (1) huruf e, Pasal 7 ayat (1) huruf a, Pasal 7 ayat (1) huruf b, Pasal 7 ayat (1) huruf c Peraturan Dewan Pengawas Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Komisi Pemberantasan Korupsi. Pada 2018, ketika menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK, Firli Bahuri diketahui bertemu dengan Tuan Guru Bajang. Pelanggaran etik yang terkini adalah, Firli Bahuri terbukti menggunakan moda transportasi mewah berupa helikopter pada sekitar bulan Juni 2020. "Untuk itu, Dewan Pengawas semestinya dapat menjatuhkan sanksi lebih berat, berupa pemberhentian dengan tidak hormat terhadap yang bersangkutan," ujarnya.

 Sumber : https://kabar24.bisnis.com/read/20201026/16/1309905/lagi-ketua-kpk-firli-bahuri-dilaporkan-atas-dugaan-pelanggaran-etik

5.   LGBT di TNI-Polri, Saat Sersan Memimpin Letnan Kolonel

Isu LGBT di kalangan Tentara dan Polisi belakangan mencuat menjadi berita di media massa dan media sosial. Hal itu bermula dari pernyataan Ketua Kamar Militer Mahkamah Agung Mayjen TNI (Purn) Burhan Dahlan. Burhan mengungkapkan ia diajak berdiskusi dengan Pimpinan TNI Angkatan Darat di Markas Besar Angkatan Darat. Dalam diskusi tersebut, kata Burhan, Pimpinan TNI AD menyampaikan kepadanya telah menemukan ada kelompok-kelompok LGBT di lingkungan TNI. Panglima TNI telah menerbitkan surat telegram nomor ST No ST/398/2009 tgl 22 Juli 2009 dan ditekankan kembali dengan telegram no ST/1648/2019 tanggal 22 Oktober 2019 yang menegaskan bahwa LGBT merupakan salah satu perbuatan yang tidak patut dilakukan seorang prajurit. Menurut Awi dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri sebagaimana Pasal 11 huruf c, dikatakan setiap anggota Polri wajib menaati dan menghormati norma kesusilaan, norma agama, nilai-nilai kearifan lokal, dan norma hukum.

Sumber : https://kabar24.bisnis.com/read/20201019/16/1306782/lgbt-di-tni-polri-saat-sersan-memimpin-letnan-kolonel
Add to Cart More Info

Kamis, 05 November 2020

Pertemuan 6 Makalah Etika dan Fungsi Organisasi Perusahan

MAKALAH ETIKA DALAM FUNGSI PERUSAHAN 
UNIVERSIYAS NAROTAMA 
Silviya Rachmawati 
01217105

BAB I

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang

Perkembangan dunia bisnis semakin mengglobal tentunya harus diimbangi dengan aturan-aturan yang saling menguntungkan bisnis tersebut, sehingga tidak ada pihak-pihak yang dirugikan dan pada gilirannya mendatangkan manfaat bersama.

Etika bisnis adalah suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan oleh manajemen perusahaan, ketaatan pada etika dan hukum merupakan dasar yang kokoh, karena hal ini akan menentukan tindakan apa dan bagaimana yang akan dilakukan dalam bisnisnya? Beretika dan bermoral bukan hanya tanggungjawab pelaku bisnis saja, namun hal-hal yang terkait harus berupaya mendukung, sehingga diharapkan akan terwujud situasi dan kondisi bisnis yang sehat, bermartabat pada akhirnya bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan Negara.

ADVERTISEMENT
REPORT THIS AD

Etika merupakan suatu rambu rambu yang dapat membimbing dan mengingatkan kepada suatu tindakan yang terpuji (goodconduct) yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh pelaku bisnis, masyarakat dan pemerintah yang mempunyai kaitan secara nasional atau bahkan internasional. Artinya bila ada pihak terkait tidak mengetahui atau menyetujui adanya etika moral, maka apa yang disepakati oleh kalangan bisnis tidak akan pernah terwujud.

  • Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang serta landasan teori yang diuraikan diatas, maka permasalahan yang akan dibahas adalah “Bagaimana pengaruh etika bisnis dalam fungsi perusahaan?”

  • Tujuan dan Kegunaan
  • Tujuan Pembuatan Penulisan
  1. Merupakan penyelesaian tugas mata kuliah softskill etika bisnis.
  2. Sebagai salah satu bahan ajar mata kuliah softskill etika bisnis semester genap.
  • Kegunaan Pembuatan Penulisan
  1. Untuk menambah wawasan tentang etika bisnis dalam fungsi perusahaan.
  2. Menambah pengetahuan tentang penerapan etika bisnis yang baik dan benar dalam sebuah perusahaan atau organisasi.
  3. Mengetahui fungsi-fungsi dari etika bisnis dalam sebuah organisasi atau perusahaan.
  4. Diharapkan dapat menerapkan etika yang baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam sebuah organisasi atau perusahaan.
  • Metodologi Penelitian

Untuk memperoleh data yang digunakan dalam penulisan ini, kami menggunakan metode searching di internet, yaitu dengan membaca referensi-referensi yang relevan, selain itu kami juga memperoleh data dari pengetahuan yang kami ketahui dan juga mencari data melalui berbagai buku ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi penulisan ini.

——————————————————————————————————————————————

BAB II

LANDASAN TEORI

  • Etika Bisnis
  • Menurut Velasques (2002) Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
  • Menurut Brown dan Petrello (1976) Bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh.
  • Menurut Hill dan Jones (1998) Etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar guna memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks.
  • Fungsi Perusahaan

Ada 2 fungsi perusahaan yang bila keduanya berjalan dengan baik, perusahaan akan menjalankan operasinya dengan lancar, terkoordinasi, dan terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan.

  • Fungsi operasi

Pembelian dan produksi, pemasaran, keuangan, personalia, fungsi operasi utama perusahaan, akuntansi, administrasi, teknologi informasi, transformasi dan komunikasi, pelayanan umum dan uu, fungsi operasi penunjang.

  • Fungsi manajemen

Perencanaan, pengorganisasian, pengarah, pengendalian.

—————————————————————————————————————————————–

BAB III

ANALISIS

 

Etika Bisnis

Etika Bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.

Menurut Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Management Jouurnal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu:

  • Utilitarian Approach: Setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
  • Individual Rights Approach: Setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
  • Justice Approach: Para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.

Faktor yang Menentukan Tindakan Beretika dan Tidak Beretika

Bagaimana seseorang beretika atau tidak beretika saat berhadapan dengan sebuah dilema etika dipengaruhi oleh beberapa hal seperti :

  1. Tingkatan perkembangan moral

Riset membenarkan adanya tiga level perkembangan moral yaitu :

  • Level Prakonvensional, yaitu pilihan seseorang antara benar dan salah didasarkan pada konsekuensi personal dari sumber luar, seperti hukuman fisik, hadiah, atau pertukaran kebutuhan. Contohnya : Mengikuti peraturan hanya untuk menghindari hukuman fisik, dan Mengikuti peraturan hanya bila sesuai dengan kepentingan pribadi
  • Level Konvensional, yaitu keputusan etika bergantung pada penjagaan standar yang diharapkan dan memenuhi ekspektasi dari orang lain. Contohnya : Hidup sesuai dengan exspektasi orang-orang disekitar anda, Menjaga tatanan konvensional dengan memenuhi kewajiban yang telah disetujui.
  • Level Prinsipal, yaitu individu mendefinisikan nilai moral terpisah dari otoritas kelompok tempat mereka bergabung atau masyarakat umum. Contohnya: Menghargai hak orang lain dan menjunjung nilai dan hak absolut tanpa memperdulikan opini mayoritas, Mematuhi prinsip etika yang dipilih sendiri walaupun melanggar hukum.
  1. Karakteristik individu

Ada dua kepribadian yang mempengaruhi tindakan seseorang menurut keyakinannya tentang apa yang benar dan apa yang salah, yaitu:

  • Kekuatan Ego, orang yang memiliki kekuatan ego yang tinggi maka akan sering menolak rangsangan untuk bertindak secara tidak etis dan tidak mengikuti keyakinan mereka. Maka, orang dengan kekuatan ego yang tinggi sering melakukan apa yang mereka anggap benar dan lebih konsisten dalam penilaian dan tindakan moral mereka dibandingkan orang dengan kekuatan ego yang rendah.
  • Kemampuan Mengendalikan, tingkat sampai dimana orang tersebut yakin mereka dapat mengendalikan nasibnya sendiri. Mereka lebih suka bertanggungjawab terhadap konsekuensi dan bergantung pada standar internal mereka sendiri tentang baik atau buruk untuk memandu perilaku mereka.
  1. Desain struktur organisasi

Desain struktural dapat mempengaruhi perilaku etis karyawan. Struktur tersebut dapat meminimalkan ambiguitas dan ketidakpastian dengan aturan dan regulasi formal dan terus mengingatkan karyawan tentang etika yang lebih mendorong pada berperilaku etis. Sistem penilaian kinerja organisasi juga dapat mempengaruhi prilaku etis. Beberapa sistem hanya memfokuskan diri pada hasil, sementara sistem lain mengevaluasi sarana dan hasil. Ketika karyawan hanya dievaluasi berdasarkan hasil, mereka mungkin ditekan untuk melakukan apa yang diperlukan agar tampak baik pada hasil dan tidak memperhatikan bagaimana hasil tersebut bisa diperoleh.

  1. Budaya organisasi

Bahwa budaya organisasi mempengaruhi perilaku etis. Budaya yang kuat akan lebih banyak mempengaruhi para manajer daripada kebudayaan yang lemah . Apabila budaya itu kuat dan menopang standar etika yang tinggi, budaya itu tentunya akan mempunyai pengaruh yang sangat kuat dan positif tehadap perilaku etis seorang manajer.

  1. Intensitas dari masalah etika

Merupakan keadaan dimana ukuran dari permasalahan etika itu bermacam-macam. Jadi disini, seseorang akan menentukan etika apa yang seharusnya ia lakukan berdasarkan dengan intensitas dari masalah etika yang dihadapinya.

Orang yang buruk moralnya bisa melakukan lebih sedikit pelanggaran bila mereka dibatasi oleh peraturan, hukum, deskripsi pekerjaan, atau norma struktural yang kuat yang tidak mengizinkan tindakan tersebut. Sebaliknya, individu yang baik moralnya juga dapat rusak oleh struktur dan budaya organisasi yang memperbolehkan atau mendorong praktek tidak beretika.

 

Tujuan dan Fungsi Etika

  • Tujuan Etika dalam Perusahaan

Etika bertujuan untuk menilai suatu perbuatan antara yang baik dengan yang salah, etika juga bertujuan untuk membatasi seseorang untuk tidak bertindak semena-mena yang dapat merugikan dirinya serta pihak-pihak lain terkait dalam hubungannya dengan organisasi perusahaan.

  • Fungsi Etika dalam Perusahaan

Etika merupakan hal yang mungkin saja sangat mudah bagi kita untuk melakukannya. Namun tak sedikit orang yang mengabaikan atau bahkan mungkin tidak tahu akan pentingnya etika bagi kehidupan sehari-hari dalam kaitannya dengan lingkungan perusahaan dimana tempat ia bekerja. Berikut ini merupakan fungsi-fungsi dari etika, yaitu :

  1. Kebiasaan Beretika

Fungsi etika yang pertama adalah kebiasaan beretika, maksudnya adalah dengan adanya etika diharapkan seseorang dapat membiasakan dirinya untuk terus beretika dengan baik dan benar hingga menjadikan kebiasaan bagi dirinya dalam melakukan suatu pekerjaan. Contoh dari penerapan kebiasaan beretika ini sangat sederhana, misalkan seorang karyawan selalu datang ke kantor tepat waktu

  1. Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Dalam Produksi Pasar

Fungsi ini berkaitan dengan fungsi yang pertama, terbukti etika dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam produksi pasar karena apabila seseorang menerapkan etika yang baik dalam bekerja, maka sudah dapat dipastikan bahwa hasil yang akan diperoleh dari pekerjaannya tersebut akan menghasilkan hasil yang efektif dan efisien, khususnya dalam hal produksi kebutuhan pasar. Contohnya, seseorang bekerja sesuai dengan etika bisnis atau aturan yang berlaku dalam sebuah perusahaan akan menghasilkan tingkat produksi pasar yang baik / banyak dengan cara yang efektif dan efisien.

  1. Meningkatkan Standar Nasional Kehidupan yang Bahagia dan Makmur.

Fungsi yang ketiga ini juga mempunyai kaitan dengan fungsi yang pertama maupun yang kedua. Apabila sebuah perusahaan sudah berhasil untuk meningkatkan efekftifitas dan efisiensi dalam produksi pasar maka hal tersebut sudah bisa kita nilai bahwa perusahaan tersebut memiliki kinerja yang bagus,  kinerja perusahaan yang bagus dapat meningkatkan taraf atau standar nasional kehidupan bangsa yang bahagia yang makmur, karena seperti yang kita ketahui bahwa sebuah negara maju dinilai dari tingkat pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut dapat dilihat pada jumlah perusahaan atau badan usaha yang mempunyai kinerja yang baik. Oleh karena itu, kita sebagai generasi bangsa harus selalu menerapkan etika yang baik sesuai dengan kaidah dan ketentuan oleh masing-masing perusahaan agar perusahaan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pasar sehingga dapat meningkat  pula standar nasional kehidupan bangsa yang bahagia dan makmur.

Fungsi Perusahaan

Berdirinya perusahaan akan menimbulkan kegiatan yang akan dilakukan perusahaan untuk menunjang keberhasilan operasional. Adapun fungsi perusahaan atau lebih umum disebut manajemen perusahaan dibagi menjadi 5, yaitu:

  1. Fungsi Personalia

Pengertian Personalia

Organisasi merupakan wahana untuk mencapai tujuan. Agar supaya pencapaian tujuan ini dapat dilaksanakan dengan baik, diperlukan fungsi-fungsi. Pengertian fungsi adalah tugas-tugas yang dapat dengan segera dibedakan dengan tugas-tugas yang lain. Sebagai pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut, diperlukan personalia-personalia yang diberi wewenang, tanggung jawab dan pertanggungjawaban. Istilah personalia, personel atau kepegawaiaan mengandung arti keseluruhan orang-orang yang berkerja pada suatu organisasi. Dengan demikian manajemen personalia adalah manajemen yang menitikberatkan perhatiannya kepada soal-soal pegawai atau personalia di dalam suatu organisasi. Untuk lebih lengkapnya manajemen personalia itu dapat dirumuskan sebagai berikut: “Manajemen Personalia adalah seni dan ilmu memeperoleh, memajukan dan memanfaatkan tenaga kerja sedemikian rupa sehingga tujuan organisasi dapat direalisir secara berdaya guna dan berhasil dan adanya kegairahan kerja dari para tenaga kerja.

Jenis- jenis Personalia

1) Tenaga Eksekutif adalah yang mempunyai dua tugas pokok ialah mengambil berbagai keputusan dan melaksanakan fungsi organik manajemen : merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan , mengkoordinir dan mengawasi.

2) Tenaga Operatif adalah merupakan tenaga terampil, yang menguasai bidang pekerjaannya, sehingga setiap tugas yang dibebankan kepadanya dapat dilaksanakan dengan baik.

  1. Fungsi Pemasaran

Pengertian Pemasaran

Pemasaran (marketing)  adalah suatu aktifitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang ada melalui penciptaan proses pertukaran yang saling menguntungkan. Aktifitas pemasaran tersebut antara lain : perencanaan produk, kebijakan harga, melakukan promosi, distribusi, penjualan, pelayananan, membuat strategi pemasaran, riset pemasaran, system informasi pemasaran dan lain-lain yang terkait dengan pemasaran. Difinisi lain dari pemasaran adalah  sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untukmerencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

Fungsi Pokok Pemasaran

  • Penjualan

merupakan sumber pendapatan yang diperlukan untuk menutup ongkos-ongkos dengan harapan bisa mendapat laba.

  • Pembelian

bertujuan memilih barang-barang yang dibeli untuk dijual atau untuk digunakan dalam perusahaan dengan harga, pelayanan dari penjualan dan kualitas produk tertentu.

  • Pengangkutan

merupakan fungsi pemindahan barang-barang dari tempat barang dihasilkan ke tempat barang dikonsumsikan.

  • Penyimpanan

merupakan fungsi menyimpan barang-barang pada saat barang selesai diproduksi sampai pada saat barang dikonsumsikan.

  • Pembelanjaan

adalah fungsi mendapatkan modal dari sumber ekstern guna menyelenggarakan kegiatan pemasaran.

  • Penanggungan resiko

adalah fungsi menghindari dan mengurangi resiko yang berkaitan dengan pemasaran barang.

  • Standarisasi dan Grading

Standarisasi adalan penentuan batas-batas dasar dalam bentuk spesifikasi barang-barang hasil manufaktur

  • Pengumpulan Informasi Pasar

adalah pengumpulan dan penafsiran keterang-ket erangan tentang macam barang yang beredar di pasar, jumlahnya, macam barang yang dibutuhkan konsumen, harganya dan lain-lain.

Tujuan Pemasaran

  • Memaksimumkan Konsumsi

Anggapan dasar dan tujuan memaksimumkan konsumsi mi adalah bahwa semakin banyak konsumen membeli dan memakai suatu produk akan lebih baik karena konsumsi yang maksimum pada akhirnya akan menciptakan produksi, kesempatan kerja, dan kesejahteraan masyarakat secara umum.

  • Memaksimumkan Kepuasan Konsumen

Kepuasan adalah tingkat proses seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang dia rasakan dengan harapannya. Pada umumnya kalau kinerja/ hasil dibawah harapan konsumen akan kecewa atau merasa tidak puas. Kalau kinerja/hasil sama dengan apa yang diharapkannya konsumen puas, dan kalau di atas harapannya maka konsumen akan merasa sangat puas.

  • Memaksimumkan Pilihan

Sistem pemasaran juga dipercaya akan menyebabkan timbulnya beranekaragam produk, baik itu produk dan satu produsen, maupun produk dan para pesaing. Dengan adanya beraneka ragam produk maka konsumen atau pembeli memiliki kekuatan adu tawar (bargaining power) yang lebih tinggi. Konsumen berhak memilih produk mana yang ia sukai sesuai dengan keinginan dan daya beli masing-masing.

  • Memaksimumkan Kualitas Hidup

Tujuan pemasaran yang meningkatkan kualitas hidup merupakan tujuan yang bernilai bagi sistem pemasaran. Dengan adanya sistem pemasaran, kualitas, persediaan, dan harga barang akan lebih berkembang yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan atau kualitas hidup masyarakat.

  1. Fungsi Produksi

Pengertian Produksi

Produksi adalah semua kegiatan untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa, dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi yang tersedia. Proses produksi Yaitu cara, metode atau teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang/jasa dengan menggunakan factor-faktor produksi yang ada.

  1. Proses Produksi

Menurut sifat Proses Produksi, pengolahan produk dapat dibedakan atas :

  • Proses ekstratif

Disini produksi mengambil bahan-bahan langsung dari alam. Proses ini terdapat dalam industri produksi dasar.

  • Proses Fabrikasi (Proses Pengubahan)

Yaitu suatu proses pengolahan bahan mentah  menjadi barang jadi dalam bentuk yang lain.

  • Proses Analitik

Proses ini memisahkan suatu bahan menjadi beberapa macam bahan yang mirip dengan bentuk aslinya.

  • Proses Sintetik

Adalah suatu proses pengkombinasian beberapa bahan kedalam satu bentuk produk dan produk akhir akan sangat berbeda dengan bentuk aslinya karena ada perubahan fisik atau kimia.

  • Proses Perakitan

Poses yg dilakukan dengan cara menggabungkan komponen-komponen sehingga menjadi produk akhir dan produk akhir tersebut terdiri dari komponen yang saling berhubungan.

Jenis-jenis Proses Produksi

1)      Proses Produksi terus-menerus ( Continuous Process )

Jenis proses ini biasanya untuk membuat produk secara massa atau dalam jumlah yang besar.

2)      Proses Produksi terputus-putus

Jenis proses ini biasanya digunakan untuk melayani pesanan yang bisa berbeda-beda dalam hal jumlah kualitas, disain maupun harganya. Contoh :  Perusahaan percetakan, Perusahaan mebel.

  1. Fungsi Ekonomi

   Pengertian Ekonomi

Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas, dengan alat pemuas kebutuhan yang terbatas. Sedangkan perusahaan adalah suatu unit kegiatan produksi yang mengolah sumber-sumber ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk meperoleh keuntungan dan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Jadi didalam setiap aktivitas yang dilakukan perusahaan itu sudah merupakan kegiatan ekonomi, seperti melakukan produksi, distribusi, dan konsumsi. Dengan demikian fungsi ekonomi perusahaan meliputi kegiatan kegiatan yang sudah dijelaskan sebelumnya, yaitu :

1)      Melakukan kegiatan produksi

2)      Melakukan kegiatan konsumsi

3)      Melakukan kegiatan distribusi atau pemasaran (marketing).

Ekonomi perusahaan secara umum bisa di definisikan sebagai upaya organisasi produksi yang digunakan cara atau tindakan untuk mengkoordinir segala sumber ekonomi yang ada guna pemenuhan kebutuhan. Tindakan yang diambil dilakukan dan ditempuh untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya.

Tugas pokok ekonomi perusahaan

Ekonomi perusahaan memiliki tugas utama menjelaskan bagaimana ekonomi yang terjadi dalam sebuah perusahaan. Tugas ini seperti, menganalisa, memonitoring, menyelidiki, dan berbagi tugas lain terkait keberlangsungan perusahaan.

Ekonomi perusahaan wajib menjelaskan segala gambaran  bagaimana perusahaan berjalan.  Bias dikatakan, ekonomi perusahaan jadi pemegang bagi pemegang perusahaan, sebagai pedoman dan kendali penting dalam memimpin jalannya perusahaan yang di inginkan.

Ruang lingkup ekonomi perusahaan

Berdarkan jenis lapangan usaha, ekonomi perusahaan membedakan menjadi tiga kelompok, yaitu industri primer, industri sekunder, dan industri tersier. Industri primer mengelola kekayaan yang bersumber dari alam. Misalnya industri perikanan, pertanian, pertambangan, dan lain-lain. Industri sekunder adalah industri yang menghasilkan barang atau barang jadi atau setengah jadi. Seperti industri motor, pakaian, dan mobil. Sedangkan industri tersier adalah industri yang menghasilkan jasa, misalnya penyewaan, pemberian pinjaman daln lain-lain.

———————————————————————————————————————

Referensi

http://dianaapplicationtask.blogspot.com/2016/11/fungsi-perusahaan.html

https://www.academia.edu/35501237/Pentingnya_Etika_Bisnis_Dalam_Sebuah_Perusahaan_Organisasi?auto=download

http://dosen.stiepena.ac.id/wp-content/uploads/2017/02/Pert-ke-1-Etika-Bisnis-Perkembangan-Etika-Bisnis.pdf

http://www.indoramaventures.com/EN/corporateGovernance/pdf/Indonesian-CodeofConductforEmployees-June14.pdf

https://pengantarmanajemen2013.files.wordpress.com/2013/10/bahan-kuliah-4.pdf

http://cyntiamanajemen-umg.blogspot.com/2013/12/konsep-dasar-etika-manajemen.html

http://auliayoel.blogspot.co.id/2011/12/etika-manajerial-dan-tanggung-jawab.html

Add to Cart More Info